Penyebab dan Jenis Penyakit Diabetes Mellitus

Assalamu'alaikum. Pada tulisan kali ini, kita akan membahas sebuah penyakit, yaitu diabetes mellitus yang dikenal masyarakat kita dengan sebutan kencing manis. Kita akan coba membahas tentang Penyebab dan Jenis Penyakit Diabetes Mellitus.

Penyebab dan Jenis Penyakit Diabetes Mellitus
Penyebab dan Jenis Penyakit Diabetes Mellitus

Jadi, diabetes merupakan penyakit atau gangguan metabolik yang terjadi ketika pankreas atau disebut juga kelenjar ludah perut tidak dapat memproduksi insulin yang cukup. Atau ketika tubuh kita tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Seseorang yang mengalami peningkatan kadar gula darah di atas 126 mg/dL atau gula darah acaknya jika diperiksa sekitar atau di atas 200 mg/dL. Dan disertai gejala-gejala yang khas seperti polyuria (banyak kencing), kemudian polydipsia (banyak minum), dan polyfagia (banyak makan). Sebenarnya seseorang ini telah dikatakan atau dapat didiagnosa sebagai diabetes. Ada beberapa kriteria pemeriksaan lagi seperti HbA1c dan sebagainya.

Mungkin beberapa dari anda, bertanya kepada dokter seperti ini, “Dok, mengapa sih saya ini mengalami diabetes kok sering merasa haus? Kok sering minum terus-terusan? Lalu bolak-balik ingin ke kamar mandi untuk kencing? Makan saya banyak?”.

Kemudian ada juga yang bertanya seperti ini, “Tubuh kita ‘kan perlu gula. Mengapa bisa sampai kena diabetes? Lalu, apakah diabetes itu ada tipe kering dan tipe basah, dok?” Kemudian ada juga yang bertanya, “Apakah orang yang mengalami diabetes akan selalu berakhir dengan amputasi? Contoh, kakinya diamputasi”. Kemudian, ada juga yang bertanya, “Apakah orang yang mengalami diabetes, lama-kelamaan minum obatnya akan bertambah banyak atau minum obat seumur hidup?”. Pertanyaan-pertanyaan ini akan coba coba kita bahas.

Setiap hari, kita mengkonsumsi makanan dan minuman. Terutama yang mengandung karbohidrat atau mengandung gula. Jadi, makanan-makanan yang mengandung karbohidrat masuk ke dalam tubuh kita dan akan diubah menjadi energi. Tubuh kita memerlukan energi dari sumber makanan tadi. Kemudian, makanan yang tadi sudah masuk ke tubuh kita tadi akan diubah menjadi glukosa.

Glukosa ini merupakan sumber energi bagi otak kita, jantung kita, bahkan otot-otot kita untuk dapat beraktivitas dengan baik. Ketika makanan dicerna, gula yang terkandung di dalamnya akan diubah menjadi glukosa. Dan glukosa akan ditransfer/didistribusikan ke seluruh tubuh melalui darah.

Jadi sebelum masuk ke dalam sel, gula ini masuk ke dalam pembuluh darah terlebih dahulu. Kemudian dengan bantuan insulin, gula ini dapat ditransportasikan, masuk ke dalam pintu sel.

Jika diibaratkan, insulin adalah sebuah alat transportasi yang mengangkut penumpang. Dimana penumpang itu adalah gula. Jadi tanpa transportasi insulin, gula tidak dapat masuk ke dalam sel. Jadi gula tersebut tidak akan bisa melewati pintu sel. Mungkin lebih gampangnya, dicontohkan insulin ini diibaratkan mobil. Ketika kita ingin memasuki pintu tol, kita harus naik ke dalam sebuah kendaraan, yaitu mobil. Ketika anda hanya berjalan kaki, anda tidak akan diperbolehkan masuk ke dalam pintu tol. Semoga hal ini dapat anda pahami.

Kemudian, ada lagi satu organ yang disebut dengan pankreas, atau kelenjar ludah perut. Pankreas ini diibaratkan seperti pabrik insulin. Pabrik dari mobil itu tadi. Semoga perumpamaan ini dapat membuat kita lebih paham.

Pada kondisi normal, tubuh kita akan menstabilkan kadar gula darah sesuai dengan jumlah gula atau sesuai jumlah makanan yang kita makan. Namun, apabila kita mengkonsumsi makanan yang mengandung tinggi gula terus menerus seperti camilan, permen, soda, dan makanan-makanan lain yang memiliki nilai gula yang tinggi, maka lama-kelamaan akan terjadi gangguan dalam penyerapan gula darah. Akan terjadi kerusakan dan peningkatan gula secara signifikan di dalam darah.

Jadi sebagai respon atas terjadinya hal tersebut, pankreas akan berusaha membuat insulin dan melebihi batas sewajarnya. Tujuannya apa? Untuk mengimbangi kadar gula yang masuk tadi.

Semakin banyak penumpang yang masuk, maka akhirnya pabrik akan menghasilkan alat transportasi lebih banyak, yaitu insulin. Hal ini akan membuat penyerapan gula atau penyerapan glukosa terlalu cepat. Kondisi ini juga yang menyebabkan anda ingin mengkonsumsi makanan manis lagi.

Jadi pada beberapa orang, setelah mengkonsumsi makanan manis, misalnya es krim atau permen. Mereka cenderung ingin memakan makanan tersebut lagi, dan susah untuk berhenti. Jadi, itu tadi penjelasannya.

Tetapi untuk anda yang mempunyai pasangan, misalnya pacar yang imut atau manis, tenang saja. Walaupun anda bertemu mereka setiap hari, anda tidak akan terkena diabetes. Kecuali, anda dan pacar anda setiap hari mengkonsumsi es teh manis dari pagi hingga malam, dan dilakukan secara terus menerus. Akibat dari siklus yang berulang secara terus menerus, akhirnya tubuh kita menjadi kurang sensitif terhadap kinerja insulin. Dan dengan demikian, akan mengakibatkan banyak gula yang tertinggal di dalam darah. Dan fenomena ini disebut dengan insulin resistance. Jadi, sel-sel di dalam tubuh kita akan kehilangan sesitifitasnya terhadap insulin. Atau sesitifitasnya akan berkurang terhadap kinerja insulin. Atau bisa juga pabrik yang memproduksi insulin yaitu pankreas tadi, akan mengalami “kelelahan”. Jika hal ini berlangsung secara terus-menerus, lama-kelamaan pankreas kita tidak dapat bekerja dengan baik lagi.

Pada zaman dahulu, diabetes didiagnosa dengan cara mencicipi urine dari pasien. Dan mungkin karena itulah disebut juga kencing manis. Untung saja dengan kemajuan teknologi, sekarang anda dapat mengukur kadar gula darah anda dengan menggunakan alat untuk mengukur kadar gula darah.

Gula yang berlebih di dalam darah akan berakhir di dalam ginjal. Dan akibatnya, anda akan sering buang air kecil. Ini merupakan mekanisme dari tubuh kita untuk mengeluarkan kadar gula yang berlebih di dalam tubuh. Akhirnya karena banyak kencing, anda akan merasa terus menerus kehausan. Anda akan minum lebih banyak air.

Selain itu, ada satu gejala lagi, yaitu polyfagia (banyak makan). Pertanyaannya adalah : “Penderita diabaetes ‘kan memiliki gula darah yang tinggi, mengapa saya harus makan lagi?”. Penderita diabetes memiliki kadar gula darah yang tinggi di dalam darah saja. Jadi, hanya level gulanya tinggi di dalam darah saja. Tetapi tidak dapat masuk ke dalam sel. Hal inilah yang menyebabkan sel atau tubuh kita mengalami kekurangan energi. Sebagai respon, tubuh kita akan memerintahkan kita untuk makan lebih banyak lagi. Jadi secara garis besar, polydipsia, polyuria, dan polyfagia kurang lebih seperti ini penjelasannya.

Kemudian, diabetes menyebabkan banyak masalah kompleks yang terjadi pada sistem imun, dan dapat membahayakan jantung, ginjal, syaraf, hormon dan sebagainya. Apabila dibiarkan begitu saja, diabetes ini dapat menyebabkan komplikasi. Salah satunya penyakit jantung, penyakit ginjal, kemudian dapat menyebabkan kesemutan. Atau bahasa kedokterannya adalah peripheral neuropathy.

Selain itu, diabetes juga dapat menyebabkan berkurangnya kemampuan regenerasi pada luka, dan  cenderung mudah terinfeksi. Mengapa bisa terjadi hal demikian? Hal ini dikarenakan gula yang kadarnya tinggi di dalam darah tidak dapat masuk ke dalam sel. Akibatnya, luka yang membutuhkan energi dan nutrisi untuk beregenerasi akhirnya tidak  mendapatkan cukup energi karena gula tidak dapat masuk ke dalam sel. Dan akhirnya, luka tersebut mengalami regenerasi yang lambat, susah sembuh, dan mudah mengalami infeksi.

Dan hal ini jika dibiarkan terus menerus, maka sel-sel tadi akan mati. Ketika sel-sel tersebut banyak yang mati, maka akhirnya jaringannya juga banyak yang mati. Dan jika jaringan tersebut mati, maka harus diamputasi.

Secara garis besar, diabetes dibagi menjadi dua tipe. Yaitu tipe 1 dan tipe 2. Bukan tipe basah dan tipe kering. Mungkin anda beranggapan orang yang mengalami diabetes jika lukanya sulit sembuh sampai menjadi borok, itu tipe basah. Atau ada beberapa orang yang beranggapan kalau orang yang diabetes sampai badannya menjadi kurus, itu tipe kering. Jadi bukan seperti itu.

Diabetes tipe 1 ini jumlahnya sangat sedikit, mungkin hanya sekitar 5%-10% dari seluruh penderita diabetes. Dan tipe 1 ini merupakan diabetes yang membutuhkan insulin, atau bisa disebut insulin dependent diabetes mellitus. Hal ini dikarenakan terjadi kerusakan pada sel beta pankreas mereka. Dan yang lebih banyak dialami adalah diabetes tipe 2.

Jadi, diabetes tipe 2 adalah diabetes yang paling banyak diderita, yaitu 90%-95% dari seluruh penderita diabetes. Tipe 2 ini disebabkan oleh pola makan dan gaya hidup yang tentunya tidak baik. Jadi walaupun belum ada obatnya untuk menyembuhkan diabetes, akan tetapi ada cara-cara yang dapat anda lakukan untuk mengontrol kadar gula di dalam darah anda.

Dengan menu dan pola makan yang baik, serta pendekatan menggunakan pengobatan Barat dan Timur, akan dapat membantu penderita diabetes tipe 2 agar gula darahnya dapat terkontrol. Mengatur pola makan yang sedikit ketat, termasuk protein berkualitas dari ikan dan kacang-kacangan, serta ditambah dengan buah-buahan dan sayuran segar termasuk dalam menu makanan yang saya anjurkan. Kemudian melakukan olahraga kardio, setidaknya 1 jam setiap hari. Kemudian menjaga tingkat stress (manajemen stress), dan terapi akupuntur juga saya anjurkan. Kolaborasi antara pengobatan Barat dan Timur akan sangat membantu untuk menjaga kadar gula darah dan mengurangi keluhan pasien,sehingga dapat mengurangi penggunaan obat-obatan.

Pengobatan China telah mencatat banyak observasi atas penderita diabetes selama ribuan tahun. Dalam pengobatan China, kondisi diabetes dibedakan menjadi 3 bagian, yaitu : - Upper regions - Middle regions - Lower regions di dalam tubuh, tergantung dimana mayoritas symptom yang akan muncul pada pasien.

Symptom adalah gejala, tergantung dari gejala apa saja yang muncul pada pasien. Contohnya adalah rasa haus yang berlebihan, kondisi ini terjadi pada upper body. Dan disebabkan oleh permasalahan pada jaringan sistem paru-paru dan usus besar. Kemudian, rasa lapar yang berlebihan atau bisa disebut polyfagia. Yaitu kondisi pada middle part of body atau bagian tengah, dan berhubungan dengan jaringan limpa  dan pankreas di daerah perut. Kemudian buang air kecil terus menerus. Pada hal ini, terjadi pada lower body, terutama pada organ ginjal. Tergantung pada symptom atau gejala yang muncul, perawatan akan berfokus pada menyelaraskan organ-organ tersebut. Menguatkan yang lemah dan menyesuaikan kemampuan tubuh untuk menyerap gula.

Pendekatan terbaik untuk diabetes tentu saja adalah pencegahan, mengubah gaya hidup anda dan menu makanan anda. Dan harus diikuti dengan check up yang berkala. Jika anda merasa gejalanya sudah tidak muncul, kemudian anda berpikir, “Wah, gula darah saya sudah baik. Saya boleh makan apa saja!”. Dan tiba-tiba, kadar gula darah anda melonjak tinggi. Banyak pasien yang mengalami hal demikian. Akhirnya karena kadar gula darah terlalu tinggi, mereka sampai koma. Perlu diingat juga, bahwa tidak pernah disarankan untuk berhenti dari pengobatan yang anda jalani tanpa persetujuan dari dokter anda.

Anda jangan memberhentikan obat sendiri, sesuka hati anda. Anda harus bekerja sama dengan dokter anda. Bekerja samalah dengan mereka, dokter anda. Sebenarnya, bukan diabetes musuh terbesar anda. Tetapi musuh terbesar anda adalah diri anda sendiri. Bagaimana cara anda agar bisa disiplin, mengkonsumsi makanan yang baik, menjaga pola pikir yang baik dan berolahraga/beraktivitas setiap harinya.

Untuk pembahasan lainnya terkait dengan diabetes, silahkan baca juga:


Semoga informasi mengenai Penyebab dan Jenis Penyakit Diabetes Mellitus ini dapat bermanfaat untuk kita semua. Wassalamu'alaikum.

Belum ada Komentar untuk "Penyebab dan Jenis Penyakit Diabetes Mellitus"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel