Apakah Kuning Telur itu Jahat ?

Assalamu'alaikum, pada tulisan kali ini kita akan membahas sebuah topik yang cukup menarik, yaitu “Apakah Kuning Telur itu Jahat?”.

Mungkin pernah anda mendengar orang tua mengatakan kepada anaknya : “Kalau makan telur, kuningnya dibuang ya..". Kalau tidak dibuang, maka dapat menyebabkan jerawat, bisul, kolesterol tinggi dan sebagainya. Apakah hal ini benar?

Kuning Telur, Jerawat, Bisul, Kolesterol dan sebagainya
Kuning Telur, Jerawat, Bisul, Kolesterol dan sebagainya

Kita akan coba bahas itu semuanya di sini. Kita bahas dahulu, telur.

Telur sebagai Sumber Protein dengan Harga Terjangkau di Indonesia
Telur sebagai Sumber Protein dengan Harga Terjangkau di Indonesia

Telur merupakan sumber protein yang harganya relatif murah, khususnya di Indonesia. Dan mungkin, di seluruh dunia juga begitu. Mengapa? Karena semua orang pasti pernah makan telur dalam hidupnya. Dan telur ini menjadi bahan makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Terkecuali bagi sebagian orang yang vegan.

Vegan mengkonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan saja
Vegan mengkonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan saja

Mereka yang vegan, biasanya hanya mengkonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan saja. Tidak mengkonsumsi bahan makanan dari hewani.

Kembali lagi ke telur. Mengapa banyak orang mengkonsumsi telur, tetapi kuningnya dibuang?. Padahal kita tahu bahwa telur ini, termasuk kuning telur itu digunakan untuk membuat roti, kemudian membuat cake/kue, biskuit, mie dan sebagainya. Tetapi mengapa saat anda di meja makan, anda hanya memakan putihnya, lalu kuningnya anda buang? Ada yang bilang bahwa kuning telur dapat meningkatkan kadar kolesterol menjadi tinggi, bisa bisulan dan sebagainya.

Kita bahas dulu tentang putih telur. Putih telur mengandung protein. Tetapi memang kadar kolesterolnya 0 mg. Jadi benar-benar free cholesterol. 

Putih Telur mengandung Protein dan kadar Komesterol 0 mg
Putih Telur mengandung Protein dan kadar Komesterol 0 mg

Bagaimana dengan kuningnya? Dari data yang ada, di dalam 100 gr telur, yang dimaksud di sini adalah telur ayam. Jadi, 100 gr itu kurang lebih sekitar 2 butir telur. Kandungannya adalah 147 sampai 162 kalori. Kemudian terdapat protein sebesar 12,8 gr. Kemudian lemak 9,94 sampai 11,5 gr. Dan karbohidrat sebesar 0,7 gr. 

Kandungan Gizi dalam 100gr Telur (sekitar 2 butir telur)
Kandungan Gizi dalam 100gr Telur (sekitar 2 butir telur)

Selain itu, telur juga mengandung zat gizi mikro yang dapat kita peroleh terutama dari kuning telur. Jadi, di dalam kuning telur terdapat kalsium, zat besi, kemudian fosfor, zinc, magnesium, thiamine, vitamin B5, B6, B12. Kemudian vitamin A, vitamin D, vitamin E, vitamin K, asam lemak omega 3, choline dan leucine. Dan ini semua terdapat pada kuning telur.

Lalu, apa permasalahannya? Permasalahannya adalah di putih telur tidak terdapat kolesterol. Sedangkan di kuning telur, kolesterolnya mencakup sekitar 185 mg atau 62% jumlah total kebutuhan harian kita.

Kuning telur kolesterolnya sekitar 185mg
Kuning telur kolesterolnya sekitar 185mg

Jadi ketika kita makan 2 butir telur, itu sudah lebih dari kebutuhan harian kita. Yang perlu kita ketahui adalah kolesterol terdiri dari kolesterol baik dan kolesterol jahat.

Jadi, apa itu LDL (Low-Density Lipo-protein) dan HDL (High-Density Lipo-protein) ? Disini akan kita bahas secara singkat. LDL disini adalah kolesterol jahat. Yang mana jika nilainya berlebih, kadarnya berlebih dalam darah, maka bisa menyebabkan plak pada pembuluh darah. Jadi, menempel pada pembuluh darah. Sedangkan HDL adalah kolesterol yang baik. Dengan kata lain, LDL tadi menempel, sedangkan HDL akan membawa LDL kembali ke dalam hati untuk diurai lagi.

Pada kuning telur memang terdapat kolesterol. Ketika kita makan, maka LDL kita akan naik. Tetapi juga diimbangi dengan HDL kita ikut naik. Ingat, di dalam sana terdapat kadar omega-3 yang dapat meningkatkan HDL.

Jadi bagi kita yang kadar kolesterolnya normal, tidak memiliki penyakit metabolik, tidak memiliki penyakit tertentu, maka mengkonsumsi telur dengan kuningnya itu sah-sah saja. Tidak masalah. Mungkin dalam satu hari, kita bisa mengkonsumsi 3 butir. Itu tidak masalah.

Tetapi, yang perlu diwaspadai adalah ketika kita mengalami gangguan metabolik. Contohnya kita mempunyai diabetes, kolesterol kita memang tinggi, kemudian memiliki masalah-masalah yang lain. Maka kita harus berkonsultasi kepada dokter. Terutama, kita yang mempunyai alergi, misalnya. Sebaiknya kita menghindari dulu konsumsi telur. Tetapi untuk kita yang normal, telur merupakan sumber protein dan sumber vitamin-vitamin tadi yang sudah di jelaskan. Dan harganya relatif murah.

Penyajian telur juga mempengaruhi kadar dari kalorinya. Ketika kita merebus telur atau menggoreng telur, tentu saja kalorinya akan tinggi yang digoreng. Lalu, bagaimana dengan anggapan bahwa telur dapat menyebabkan bisul atau bisa menyebabkan jerawat? Dan mungkin, salah satu pemicunya adalah kita makan telur tanpa diimbangi dengan kebutuhan serat dalam satu hari. Mungkin jumlah telurnya berlebih, tetapi air dan seratnya kurang. Akhirnya, metabolisme pun terganggu. Juga menghasilkan limbah dan dibuang dalam bentuk jerawat atau bisa menghasilkan bisul.

Jadi kesimpulannya, mengkonsumsi telur pada orang normal itu tidak masalah, walaupun makan dengan kuningnya. Yang jadi masalah adalah pengolahannya.

Sekali lagi, banyak dari kita di Indonesia yang apabila telur sudah direbus, keesokan harinya direbus lagi berulang kali. Akhirnya, telur tersebut menjadi keras. Kalau sudah begitu, nilai gizinya tidak sama lagi.

Mungkin ada yang bertanya, “Kalau makan telur mentah bagaimana?”. Banyak ahli gizi ataupun dokter tidak menyarankan untuk mengkonsumsi telur dalam keadaan mentah. Direbus jauh lebih baik daripada dalam keadaan mentah atau digoreng. Mengapa? Yang ditakutkan adalah telur tersebut mengandung bakteri salmonella. Jadi ketika kita makan dalam keadaan mentah, takutnya terinfeksi oleh kuman tersebut. Terkecuali kita tahu persis telur yang dikonsumsi bebas dari kuman.

Baiklah, itulah pembahasan mengenai Apakah Kuning Telur itu Jahat?. Semoga informasi singkat mengenai kuning telur ini dapat bermanfaat untuk kita semua. Wassalamu'alaikum.

Belum ada Komentar untuk "Apakah Kuning Telur itu Jahat ?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel