3 Jenis Pendapatan yang Perlu Diketahui untuk Menjadi Pengusaha

Assalamu'alaikum Wr. Wb. Kali ini kita akan membahas tentang 3 Jenis Pendapatan yang harus Anda ketahui jika kita ingin menjadi seorang pebisnis besar.

3 Jenis Pendapatan yang Perlu Diketahui untuk Menjadi Pengusaha
3 Jenis Pendapatan yang Perlu Diketahui untuk Menjadi Pengusaha

Tentu pendapatan selalu erat kaitannya dengan cara atau pola seseorang bekerja, namun pertanyaannya pekerjaan seperti apa kah yang dilakukan orang-orang sukses, serta bagaimana cara mereka mengelola keuangan mereka sehingga mendapatkan penghasilan diatas rata-rata kebanyakan orang?

Umumnya mindset di masyarakat percaya bahwa jika kita ingin mendapatkan penghasilan maka kita harus bekerja secara aktif. Kita sangat jarang sekali diajarkan untuk membangun atau membeli sebuah sistem atau aset yang ternyata mampu mendatangkan penghasilan yang lebih besar. Padahal, jika kita ketahui hampir semua orang sukses adalah orang-orang dapat mengelola dengan baik ketiga sumber pendapatan yang akan kita bahas ini.

Jadi berikut 3 Jenis pendapatan yang perlu diketahui untuk menjadi pengusaha yang sukses.

1. Pendapatan Aktif atau Aktif Income

1. Pendapatan Aktif (Aktif Income)
1. Pendapatan Aktif (Aktif Income)

Pendapatan aktif adalah pendapatan yang didapatkan karena Anda bekerja secara aktif. Misalnya seseorang yang berprofesi sebagai karyawan yang berkerja setiap hari dalam sebulan akan mendapatkan gaji, bonus dan tunjangan. Kekurangan dari pendapatan ini adalah jika Anda tidak bekerja maka Anda tidak mendapatkan penghasilan, seperti pepatah yang mengatakan waktu adalah uang.

Lalu bagaimana dengan seorang pebisnis? Apakah mereka termasuk golongan pendapatan aktif? Pebisnis yang masih tergolong dalam kategori ini, yaitu mereka yang bisnisnya kebanyakan masih dikerjakan sendiri atau masih (self employee). Sekalipun Dia sudah tidak bekerja kepada orang lain namun belum ada sistem atau orang yang bekerja untuk dia. Lalu kapan seorang pebisnis tidak disebut berpendapatan aktif? Akan kita jawab di jenis pendapatan kedua.

2. Pendapatan Pasif atau Pasif Income

2. Pendapatan Pasif (Pasif Income)
2. Pendapatan Pasif (Pasif Income)

Pendapatan pasif adalah pendapatan yang berasal dari sebuah sistem yang sudah berjalan atau bekerja. Bagaimana cirinya, sederhananya pendapatan pasif adalah ketika Kita berhenti bekerja, uang tetap terus mengalir kedalam saku kita, karena ada sistem yang bekerja mencarikan uang untuk kita. Menarik bukan?. Dengan adanya sistem yang dijalankan tersebut, bukan berarti seseorang tidak melakukan usaha untuk mendapatkan pendapatan. Untuk menghasilkan pendapatan pasif seseorang tetap harus berusaha untuk menjalankan sistem yang ada, sehingga laju keuangannya tetap berjalan dan menghasilkan pendapatan. Contohnya seorang penulis buku yang harus berusaha keras diawal untuk menyelesaikan bukunya, namun setelah bukunya dicetak maka dia akan terus mendapatkan bayaran dari penerbit bukunya, bisanya sesuai dengan jumlah cetakan yang terjual. Keuntungan memiliki pendapatan pasif tentu saja fleksibilitas waktu (kita tidak perlu bekerja keras mengejar uang, tetapi uang datang karena adanya dukungan sistem) dan memungkinkan untuk menjadikan Kita bebas keuangan (financial freedom).

Coba bayangkan jika pendapatan pasif kita lebih besar dari pengeluaran bulanan kita, menyenangkan bukan?. Untuk seorang pebisnis mampu dikatakan memiliki pendapatan pasif setelah memiliki sistem ini dimana semua atau sebagian besar pekerjaan di bisnisnya sudah tertata dengan baik dan mampu berjalan sendiri atau dijalankan orang lain.

3. Pendapatan Portofolio atau Portofolio Income

3. Pendapatan Portofolio (Portofolio Income)
3. Pendapatan Portofolio (Portofolio Income)

Pendapatan terakhir adalah pendapatan yang dihasilkan dari berinvestasi pada aset-aset kertas. Mungkin ada yang bingung apa itu aset-aset kertas. investasi pada dasarnya dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu investasi pada aset real (yaitu yang bisa kita rasakan, misalnya rumah, perhiasan, kendaraan dan lain-lain) dan investasi pada aset kertas (reksadana, saham, kontrak berjangka dan lain-lain). Seseorang bisa melakukan investasi dengan menanamkan sejumlah uang atau modal sesuai kemampuannya, dan mendapatkan laba keuntungan dari uang yang diinvestasikan. Semakin besar modal yang diinvestasikan, maka kemungkinan semakin banyak pula penghasilan dari investasi tersebut. Namun penghasilan dari hasil investasi ini biasanya berbanding lurus dengan resiko investasinya.

Baik sobat ngobi, itulah 3 jenis pendapatanyang perlu Anda ketahui. Saran kami cobalah untuk memiliki ketiga sumber pendapatan tersebut. Jadi jangan hanya fokus pada pendapatan aktif, tapi juga mencoba membeli/membangun sistem yang mampu mendapatkan pendapatan pasif. Serta jika uang Anda sudah lumayan besar Anda bisa mulai berinvestasi pada pendapatan portofolio.

Sebagai penutup, berapa banyak jenis pendapatan yang Anda ketahui atau sudah miliki?, silahkan tulis di kolom komentar. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Belum ada Komentar untuk "3 Jenis Pendapatan yang Perlu Diketahui untuk Menjadi Pengusaha"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel